Home » » Program Wisata Geumpang - Mane

Program Wisata Geumpang - Mane

1. Wisata Arung Jeram.
Wisata arung jeram merupakan salah satu wisata air dengan menggunakan perahu khusus dan dilakukan pada sungai yang memiliki arus deras dan berjeram. Wisata ini sangat memungkinkan dikembangkan di Kecamatan Geumpang dan Mane karena memiliki karakter sungai yang dimaksud. Anggota yang tergabung dalam kelompok sadar wisata GeuMa-Pidie sebelumnya juga sudah sering melakukan pengarungan di sungai Geumpang-Mane.

2. WisataTracking Gajah
Kecamatan Mane memiliki tempat penangkaran gajah di Central Responding Unit (CRU) Gajah di Gumue-Mane. Berdasarkan hasil survey awal tempat tersebut juga memiliki fasilitas seperti vila yang menjadi penginapan. Pada CRU Gajah ini juga terdapat Mahot yang sudah handal, profesional dan terlatih dalam hal menangani satwa Po Meurah atau Teungku Rayeuk tersebut.

3. Wisata Sejarah dan Budaya “Rumoh Beulanda”
Aceh merupakan salah satu provinsi ujung barat Indonesia yang notabennya juga pernah disinggahi oleh penjajah Belanda. Kecamatan Mane merupakan salah satu bukti sejarah bahwa daerah tersebut pernah menjadi wilayah jajahan Belanda dengan adanya peninggalan bangunan yang didirikan oleh Belanda. Bahkan sampai sekarang masih terdapat pemuda dan dara Aceh yang memiliki darah keturunan Belanda. Kalau di Aceh Jaya ada keturunan “si mata biru Portugis”, di Pidie tepatnya di Gampong Lutueng ada “si Bulee” dengan paras Belanda. Tentunya hal ini akan menjadi destinasi wisata dengan nilai sejarah dan budaya tersendiri.

4. Wisata Pemancingan Danau Kulam Tam-Tam
Danau Tam-tam atau Kulam Tam-tam yang lebih akrab dibibir masayarakat Geumpang merupakan sebuah danau yang memiliki daya jual tersendiri, hanya saja danau tersebut tidak terekspos dengan maksimal sehingga hanya orang-orang setempat yang hanya berkunjung dan sekadar mencoba tarikan ikan-ikan yang ada di disana. Kulam Tam-tam sangat cocok dikembangkan sebagai usaha ekonomi kreatif yaitu melalui budidaya ikan-ikan air tawar dengan membangun keramba-keramba. Minimnya sarana dan keterbatasan masyarakat akan pengetahuan tentang budidaya tersebut membuat Kulam Tam-tam tersebut bak lahan tidur yang tidak digarap.

5. Wisata Hiking Mountain “Gunung Peut Sagoe”
Hiking Moutain atau lebih dikenal mendaki gunung dewasa ini sudah menjadi trend bagi kalangan yang memiliki hobi berpetualang. Bahkan mereka rela merogohkan kocek dalam-dalam untuk mencoba salah satu destinasi wisata minat khusus ini. Peut Sagoe adalah gunung berapi dan juga merupakan puncak tertinggi di Pidie dengan ketinggian + 2514 mdpl. Udara yang segar dan sejuk, rimbunnya rimba serta sedikit menantang menjadikan destinasi wisata hiking mouuntain memiliki nilai tarik tersendiri.

6. Wisata Air Terjun.
Geumpang merupakan dataran tinggi di Kabupaten Pidie sehingga memiliki kontur yang rapat. Hal ini tentunya akan terdapat pula banyak aliran sungai yang memiliki penurunan yang tajam sehingga terbentuklah air-air terjun. Teuraceu Laot dan Teuraceu Bade merupakan dua situs destinasi wisata air terjun yang ada di Geumpang. Destinasi wisata ini sangat cocok dikunjungi pada saat sudah memasuki musim kemarau karena kondisi jalan yang tidak begitu basah sehingga membuat perjalanan lebih nyaman dan  mempersingkat waktu tempuh.

7. Wisata Geriliya “Paya Rabo”
Pidie merupakan salah satu basis perlawanan Gerakan Aceh Merdeka  (GAM) yang kuat di Aceh pada masa itu. Hal itu terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh elit GAM yang berasal dari Pidie. Paya Rabo merupakan salah satu saksi bisu kejayaan perjuangan GAM. Paya Rabo adalah pangkalan camp pelatihan militer GAM di bawah Komando Alm. Pawang Rasyid. Paya Rabo tempat yang telah melahirkan banyak angkatan GAM pada masa itu terletak di wilayah Kecamatan Mane. Untuk mencapai lokasi tersebut harus menempuh rimba terlebih dahulu.

8. Wiasata Religi Makam Pawang Rasyid
Mendiang Pawang Rasyid merupakan salah seorang pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ikut hadir pada saat deklarasi GAM di Gunung Halimon, Blang Pandak Kecamatan Tangse. Beliau merupakan putra asli Geumpang dan dinobatkan sebagai panglima Wilayah Geumpang. Dibawah komando beliau melahirkan banyak angkatan GAM yang mengikuti pelatihan militer di Paya Rabo. Sepak terjang beliau dalam perjuangan Aceh tidak bisa dipandang sebelah mata. Sosok yang berani dan bijak ini memiliki andil yang nyata dan luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak orang Aceh khususnya daerah pedalaman Geumpang dan Mane. Beliau syahid dalam aksi baku tembak dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayang Geumpang. Jasad beliau dan beberapa pengikut setianya yang syahid dimakamkan di daerah Turue kecamatan Mane.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.